Search Ff Rify Watpatt. Hanna Bovim Bugge Sizes: Smallest - ??im, Largest - 21 Item rewards are shown in [vault] tab in game lobby; Golds or diamonds will add in account wallet Telialigaen leveres i samarbeid med Telia, Norsk Tipping og Omen by HP Yet, the aftermath of a momentary rift between dimensions carries drastic repercussions, especially considering that pokémon had never existed in
Cerpenmusuh bebuyutan jadi cinta. Aldrin melamun sendiri dan memikirkan apa yang dikatakan Papanya tentang perjodohan yang sudah direncanakan sejak 17 tahun yang lalu atau sejak Aldrin dan cewek yang sudah dijodohkan Papanya itu masih dalam kandungan. Cerpen Anak Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada.
Iyalah, inget yah kita bukan musuh bukan saingan, kita satu kelas lagi dan terpenting sahabatan. Jadi harus saling menguatkan terutama kerjasama yang legal." ujarku. "Contohin dong yang ilegal tuh kayak mana." canda Tania. Cerpen Cinta (4,742) Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam) (1,161) Cerpen Cinta Islami (876)
0() "Ah, kamu semakin ngawur bicaranya. Sudahlah, jangan banyak bicara lagi. Cepat pergi dari sini. Dasar burung jadi-jadian. Pasti yang mengirim kamu Marda, kan? Tukang sihir yang rumahnya di ujung jalan itu? Dia itu memang selalu iri kepadaku karena dulu kalah saingan denganku waktu nyalon jadi anggota dewan kota. Sekarang dia mencalonkan diri kembali. []
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Jodoh ada dimana saja dan siapa saja. Sebagai makhluk Tuhan, kamu nggak akan tahu siapa jodohmu, kapan kamu ketemu, dan dimana pula kamu bertemu dengannya. Bisa saja kamu butuh pergi berribu-ribu kilometer ke belahan dunia yang lain untuk menjemput belahan jiwamu atau bahkan dia ada di dekatmu tapi kamu nggak menyadarinya. Dia ada di dekatmu, tapi kamu nggak menyangka kalau dia adalah orang yang kamu cari karena dia bukannya membuat kamu tertarik justru bikin kamu benci padanya. Tingkahnya ngeselin, dari kejauhan kedatangannya bikin kamu nggak mau lama-lama berada di tempat yang sama dengannya. Setiap kali bertemu adanya kamu dan dia adu mulut akan hal-hal yang kecil. Dia bikin kamu berfikir kenapa ada makhluk se-menyebalkan sepertinya. Ssstt, tapi jangan terlalu benci lho sama dia. Bisa-bisa benci itu berubah jadi cinta! Nggak percaya? Ini tandanya ketika benci berubah menjadi cinta. Kamu sadar ternyata dia makhluk yang nggak buruk-buruk amat Gambar via Bagaimana ketika kamu menggambarkan sosok orang yang kamu benci? Pasti jawabannya seputar dia adalah makhluk yang menyebalkan setengah mati, tingkahnya selalu bikin kamu kesal sendiri, apapun yang dia lakukan selalu salah di matamu, intinya kayaknya semua yang didefinisikan “buruk” ada pada dirinya. Kamu bahkan sampai memohon kepada Tuhan supaya suatu hari ini nanti kamu nggak berakhir dengan pria seperti dia. Namun, nggak ada makhluk Tuhan yang diciptakan buruk. Semua orang diciptakan baik, namun bagaimana dia bersikap tentunya tergantung dengan tempat dia tumbuh. Bisa saja di suatu insiden dimana nggak ada orang yang bisa membantumu, justru dia yang datang mengulurkan tangannya untuk mengeluarkan kamu dari kesusahan. Atau kamu nggak sengaja melihat dia melakukan suatu kebaikan yang membuat kamu memandangnya dengan pandangan berbeda. Ingat, Tuhan menciptakan makhluk-Nya se-sempurna mungkin dan dia bisa saja punya kebaikan yang nggak pernah kamu lihat sebelumnya. Mencoba membenci, tapi kadar bencimu ke dia ternyata sudah berkurang Gambar via Kamu pasti nggak percaya orang yang kamu benci bisa melakukan kebaikan yang nggak pernah kamu kira. Di dalam hati kamu seperti ingin terus membenci dia tetapi kebaikan yang dia lakukan justru telah membuat kamu memandangnya dengan tatapan berbeda. Kamu yang tadinya benci sampai nggak mau melihat wajahnya sekarang sepertinya biasa saja kalau harus berada di satu tempat bersama. Hal ini dikarenakan kamu telah melihat bahwa dia bukan orang yang buruk-buruk amat. Jadinya kadar benci yang kamu punya ke dia kini berkurang bahkan bikin kamu nggak keberatan dengan kehadirannya. Menemukan kecocokan dengannya Gambar via Yang namanya kecocokan penting untuk memulai suatu hubungan. Namun dengan siapa kamu menemukan kecocokan itu lah yang merupakan sebuah teka-teki. Siapa yang sangka, ternyata kamu dan musuh bebuyutamu punya kecocokan yang bahkan nggak kamu temui di teman-teman dekatmu. Contohnya kamu adalah seorang penggemar film horor, tapi teman-temanmu paling anti nonton film horor. Nah ternyata dia suka dengan film horor, bahkan genre film horor yang kamu sukai sama persis dengannya. Awalnya kamu pasti terheran-heran, gimana bisa orang yang kamu benci setengah mati ini punya kecocokan yang nggak kamu temukan di teman-temanmu. Sadar karena susah menemukan orang yang punya kecocokan denganmu, pasti kamu juga enggan begitu saja mengusirnya dari hidupmu. Mulai aktif berkomunikasi Gambar via Dari cuma ngobrol-ngobrol biasa, rasanya nggak cukup hanya sebatas ngobrol tatap muka. Obrolan pun berlanjut via chat. Jika kecocokan kamu nggak sebatas di selera film, mungkin saja chat kamu bisa berlanjut membahas hal-hal lain. Bahkan ada lho, saking cocoknya satu sama lain mereka bisa membahas hal-hal yang dianggap nggak penting namun tertanyata punya ketertarikan sendiri. Dia yang yang tadinya kamu benci, kini berubah jadi sosok yang bisa kamu ajak bicara tentang berbagai hal karena kamu menemukan kecocokan. Awalnya cuma chat biasa, siapa yang sangka kamu justru lebih sering chat dengannya dari pada teman-temannya. Tumbuh rasa penasaran Gambar via Pria yang kamu benci ternyata orangnya nggak buruk-buruk amat, punya kecocokan yang nggak kamu temukan di orang-orang di sekitarmu. Dia diibaratkan bawang yang punya banyak lapisan, dimana setiap lapisannya yang dibuka membuat kamu terkejut. Siapa sangka dibalik sifatnya yang menyebalkan itu, ternyata dia adalah pria yang sensitif. Merupakan tipe yang nggak bisa tinggal diam saat ada orang yang kesusahan di depan matanya. Ternyata di balik sifatnya yang dulu bikin kamu nggak mau dekat-dekat dengannya, dia adalah orang yang rajin beribadah bahkan nggak pernah meninggalkan sholat. Tanpa kamu sadari tumbuhlah rasa penasaran dalam diri kamu terhadap pria satu ini. Seperti apa sih sosok pria yang tadinya kamu hindarin banget tapi kini justru bikin kamu penasaran? Hati-hati lho dari sini saja sudah terlihat pola jatuh cinta yang biasanya berawal dari rasa penasaran. Nggak ada dia, kamu merasa kehilangan Gambar via Dulu dia adalah orang yang paling kamu hindari. Dulu dia adalah orang yang kamu harap nggak ada di sekitarmu. Kehadiran dia sama sekali nggak kamu harapkan. Bahkan sebelum kamu meledak karena kesal dengan kehadirannya, kamu lebih memilih untuk pergi saat dia datang. Namun kini keadaan berbalik 180 derajat. Kamu justru menanti-nanti keberadaannya. Ketika teman-temannya datang, sosoknya lah yang kamu cari. Kamu yang tadinya lega saat nggak menemukan dia yang berjalan dengan teman-temannya justru merasa kecewa ketika dia nggak ada dia. Kepikiran terus Gambar via Dari sebatas merasa kehilangan, kini kamu jadinya kepikiran terus sama dia. Chat yang tadinya hanya iseng-iseng saja jadi sesuatu yang kamu tunggu. Handphone selalu stand by di tangan, menunggu chat darinya masuk ke handphonemu. Semua kata-kata yang diucapkannya jadi terngiang di telingamu. Padahal dulu kamu paling males dengar dia bicara. Bahkan kamu jadi suka menerka-nerka dibalik kata-kata yang meluncur dari mulutnya. Kata-kata sepele jadi punya arti sendiri untukmu. Nggak cuma kata-katanya saja, kamu jadi kepikiran ulah yang dilakukannya. Ulah yang tadinya bikin kamu mengernyitkan dahi karena bingung kenapa sih pria satu ini bisa begitu menyebalkan justru sekarang malah kamu ingat-ingat setiap detailnya. Kamu mencoba untuk berhenti memikirkan setiap kata, setiap ulah dan setiap tawa darinya, tapi kamu nggak bisa mengusirnya dari pikiranmu. Kebawa perasaan alias baper Gambar via Inilah beberapa tanda kalau kamu mulai baper sama musuh bebuyutanmu. Kamu mulai memikirkan kata-kata yang tadinya sepele, mengira siapa tahu dia punya maksud lain dibalik kata-katanya. Ulahnya yang merangkulmu sembarangan kini justru bikin jantung kamu jumpalitan. Apa dia merangkulmu karena dia sudah nyaman denganmu, atau ternyata dia sedang curi-curi kesempatan untuk berdekatan denganmu? Kenapa dia mendadak perhatian denganmu, tiba-tiba jadi suka menanyakan, “lo udah makan?” “jangan pulang kemaleman, cewek nggak baik keluar malam” “lagi dimana? Sama siapa?” Apakah dia menanyakan sebatas khawatir karena kamu temannya, atau memang dia memang menaruh perhatian lebih dari sekedar teman? Namanya juga wanita pasti hal-hal yang membuatmu merasa istimewa selalu berhasil bikin mereka baper. Membuat kamu yang tadinya cuma melihatnya sebatas musuh bebuyutan kini berubah menjadi pria yang kamu harapkan memandangmu lebih dari sekedar teman. Cemburu Gambar via Cemburu selalu dikaitkan sebagai tanda cinta. Ungkapan itu benar. Lagi pula, wanita mana sih yang mau melihat pria yang mereka cintai dekat dengan wanita lain? Bahkan sebelum resmi menjadi pasangan, wanita bisa saja cemburu. Cemburu merupakan tanda bahwa kamu udah mulai menaruh hati sama musuh bebuyutan kamu. Kamu yang tadinya geleng-geleng kepala sama wanita yang dekat sama musuh bebuyutan berfikir, “kok mau sih itu cewek sama cowok kayak dia?” Kini berubah jadi “itu siapa sih? genit banget main dekat-dekat sama dia?”. Intinya ketika kamu melihat dia sama wanita lain kamu jadi kesal sendiri. Kamu nggak segan-segan untuk marah dengannya karena dia nggak peka kalau kamu nggak suka dia dekat dengan wanita lain. Orang lain melihat gelagat anehmu Gambar via Ketika wanita jatuh cinta, banyak lho dari mereka yang nggak sadar kalau hati mereka sedang berbunga-bunga. Lucunya justru orang lain yang sadar kalau mereka sedang jatuh cinta. Namanya juga jatuh cinta bisa mengubah wanita 180 derajat berbeda, kamu pun begitu. Kamu yang tadinya malas-malasan dengan kehadiran musuh bebuyutan kini justru kelihatan menanti kedatangannya. Gelagatmu di depannya pun juga berubah. Tanpa sadar kamu jadi sering memperhatikan tingkah musuh bebuyutan dan tertawa pada hal-hal kecil yang dilakukannya. Penampilanmu juga berubah, kamu jadi suka merias diri bahkan berdandan sesuai dengan kesukaannya. Maka nanti jangan heran ya, kalau salah satu teman terdekatmu bakal menegurmu dan bertanya, “lo lagi naksir sama dia ya?” hayooo, kalau sudah ketahuan, apa yang akan kamu lakukan? Denial Gambar via Semua tanda-tanda umum ketika wanita jatuh cinta ternyata telah kamu temukan dalam dirimu. Kamu jadi kepikiran dia terus, baper berkepanjangan, cemburuan hingga ditegur teman dekat kalau kamu jatuh cinta dengan musuh bebuyutan. Timbulah sindrom denial, kamu terus menyangkal bahwa kamu jatuh cinta dengan orang yang paling kamu benci. Setiap kepikiran dia, kamu selalu mencoba untuk mengusir jauh-jauh sosoknya dalam pikiranmu. Ketika baper mulai merayapi kamu seolah-olah menampar diri sendiri untuk sadar supaya kamu nggak terus-terusan berharap lebih dengannya. Di sini yang namanya cinta kerap bertarung dengan logika. Hati kamu bilang kamu sudah jatuh cinta dengan pria yang kamu benci selama ini, namun logika terus menahan dirimu dengan suara-suara mengingatkan, “nggak mungkin lo jatuh cinta sama dia, ingat dia musuh bebuyutan lo. Jatuh cinta sama dia kayak menjilat ludah sendiri!”. Dari pada kamu pusing, hal yang lebih baik kamu lakukan adalah let it flow. Kenapa? Karena semakin kamu melawan perasaanmu, rasa yang kamu miliki untuknya akan semakin dalam dan menyiksa karena kamu enggan mengakuinya. Jatuh cinta itu memang indah, tapi nggak selamanya kamu dibuat terbuai olehnya. Kamu bisa dibuatnya galau, sedih, sensitif, bahkan kecewa apalagi jika kamu jatuh cinta dengan orang yang nggak kamu kira sebelumnya. Bagaimana cara mengatasi sindrom jatuh cinta yang nggak mengenakan ini? Ikuti saja arusnya. Tapi selalu ingat untuk nggak menaruh harapan terlalu tinggi karena hati orang nggak ada yang tahu. Nggak ada salahnya kan mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yakni cinta bertepuk sebelah tangan?AH
Cerpen Karangan Latifah Nurul FauziahKategori Cerpen Cinta Lolos moderasi pada 30 April 2022 Madina Munawar duduk termangu di meja makan setelah tadi ia menghabiskan es buah yang dibuatkan Ibu untuknya. Hanya ada buah naga dan timun suri saja sudah membuat dahaga Madina hilang menguar di udara. Ditambah es batu yang bejibun menambahkan kesegaran es buah itu sendiri. Madina penikmat es batu maniak. Dia bisa menghabiskan beberapa kotak kecil es batu dengan menggigitnya hingga habis di mulut. Bukan nunggu mencair tapi dia sendiri yang mengunyah es batu itu sampai habis. Semenjak dirinya duduk di bangku SMA, dan dia kenal dengan seorang teman di asrama, namanya Namira Anandita, si pecinta es batu. Berawal ketika Namira membeli es kopi dengan es batu bejibun di plastik dengan sedotan berwarna merah yang biasa Madina sebut dengan es cekik. Ya karena pas hendak minum plastik itu akan dicekik di kepalan tangan. Madina ikut-ikutan hingga kesukaannya dengan es batu berlanjut hingga usianya menginjak 24 tahun. Meskipun Ibu selalu ngomel-ngomel tapi Madina tak pernah menghiraukan. Ibu belum tahu saja kalau diam-diam Madina selalu membawa es batu ke kamarnya. “Mbak, nih ada paket buat kamu.” Ibu menyerahkan sebuah amplop coklat yang biasa dipakai untuk lamaran kerja ke hadapan Madina. “Dari siapa, Bu?” tanya Madina seraya meraih amplop itu kemudian membukanya. Ibu mengedikkan bahunya tak tahu. Sebuah undangan nikah. Madina memutar bola matanya malas. “Undangan lagi, ya?” sindir Ibu karena melihat wajah masam anaknya yang ditekuk. “Makanya cepat nikah, Mbak. Mau sampai kapan diundang terus? Kapan ngundangnya?” Salahnya karena membuka paket di depan Ibu, jadilah omelan ibu tentang Madina yang hingga umur 24 masih menjomblo alias belum membawa calon. “Nanti nunggu Shawn Mendes datang ngelamar, baru aku mau nikah!” Madina mendelik tajam kemudian ia beranjak pergi ke kamarnya. “Siapa Shawn Mendes?” Kata Ibu dengan mimik wajahnya sedang berfikir. Madina datang sendirian ke acara pernikahan temannya—Mita Nindia. Nasib jomblo tak punya pasangan, ia hanya bisa menggigit jari manakala, Andi—sepupunya menolak menemani karena dia ada keperluan diluar. Akhirnya disinilah ia sekarang, berjalan sendirian, mengantri dengan tamu yang lain untuk memberi ucapan serta doa untuk pasangan suami istri baru sah beberapa jam lalu. “Hai, Dina, makasih udah datang.. mana pasanganmu?” tanya Mita tanpa dosa. “Udahlah jangan ngeledek gitu, masih jomblo aku.. jodohku masih belum lahir kali,” sungut Madina kesal. Mita hanya terkekeh. Tak lama setelah menyentil hal paling sensitif tentang jodoh, Madina memilih mengisi perutnya alih-alih menjadi bahan ledekan di acara ini. Ditengah kegiatannya memakan apa yang dia ambil dari meja perasmanan, Madina dikejutkan oleh seseorang yang parfumnya begitu tercium kuat di hidungnya. Ketika Madina menoleh, wajah Alvi sedang menyunggingkan senyumannya yang manis. Madina melirik pada tangan Alvi yang sudah ada makanan seperti Madina dan juga air mineral dalam kemasan. “Ko sendiri sih? Kalau gitu tadi aku jemput aja biar barengan!” Madina memutar bola matanya malas. Lelaki ini lagi. Alvi adalah teman Madina semasa SMA dulu, namun di bangku kuliah mereka tak sama-sama lagi karena Alvi memilih kuliah di luar kota. Meskipun begitu, Madina bersyukur karena laki-laki ini adalah laki-laki paling dia hindari waktu SMA dulu. Dia laki-laki urakan, tengil, tukang bercanda dan orang-orang biasa memanggilnya dengan sebutan badboy’. Ya dia nakal minta ampun. Namun dibalik sifat nakalnya, Alvi adalah salah satu dari murid cerdas di SMAnya dulu. “Nggak usah, aku bisa datang sendiri,” tolak Nanda yang membuat Alvi mendengus kecewa. Namun bukan Alvi namanya kalau tidak menggoda habis-habisan. “Ya udah, nanti aku anter pulang ya.” “Ih nggak usah, apasih? Aku bisa pulang sendiri.” “Nggak baik perempuan cantik kaya kamu pulang sendiri. Bahaya. Nanti ada yang nyulik kamu kan gawat.” “Nggak lucu!” “Aku nggak lagi stand up comedy kali, Madina.” Madina hendak berdiri namun langkahnya tertahan ketika segerombolan orang datang memekik tertahan ketika melihat dirinya sedang bersama laki-laki badboy namun banyak fansnya. Alvi. “Hei kalian cocok banget. Janjian ya? Bajunya aja bisa matching begitu,” seru seorang perempuan cantik berlesung pipit bernama Rani yang tidak lain adalah teman Madina juga di SMA. Kompak Madina dan Alvi saling bertukar pandang. Ya baju mereka sama warnanya. Alvi dengan kemejanya berwarna navy dengan celana bahan berwarna hitam. Dan Madina memakai kebaya brokat di atas lutut dengan rok batik berwarna abu. Kalau orang lain melihat, merka akan menduga bahwa mereka pasangan couple. Namun sebenarnya mereka adalah musuh bebuyutan. Madina menghela nafas kasar. Namun Alvi malah tersenyum sambil menaik turunkan alisnya menggoda. Dari tempatnya Alvi berdiri, ia memberi kode kepada Anwar untuk memotretnya bersama Madina. Ketika tersadar Madina buru-buru meloyor pergi setelah menyapa teman-temannya dan berpamitan kepada pengantin baru. “Mbak!” panggil Ibu sambil mengetuk pintu kamar anaknya yang tertutup dari selepas maghrib. “Ada apa, Bu?” tanya Madina setelah pintunya dibuka. “Ada tamu kamu tuh di depan, lagi ngobrol sama Ayah.” Terang Ibu sembari melangkah ke dapur untuk menyiapkan minum. “Siapa?” Madina mengernyitkan kening ketika di jam WIB ini masih ada tamu berkunjung ke rumahnya. Tidak seperti biasanya. “Lihat aja ke depan, siapa tahu jodoh,” ucap Ibu sambil cekikikan. Beginilah nasib anak perempuan yang sudah berumur 24 dituntut menikah. Padahal umur 24 masih terbilang muda, kan, untuk menikah? Madina melangkahkan kaki ke teras rumahnya dan seketika tubuhnya menegang ketika laki-laki yang ia kenal sebagai musuh bebuyutannya datang bertamu dan terlihat mengobrol santai dengan Ayahnya. Cari muka, umpat Madina dalam hati. “Jadi kamu mau nikah tahun ini, Mbak? Kenapa nggak bilang, sih? Malah main rahasia-rahasiaan,” dengan santai Ayah berucap perihal nikah kepada Madina yang melongo seketika. Siapa yang mau menikah? Ayah mau menikah lagi? Eh tapi, tadi kan Ayah nanya ke aku? Tanya Madina dalam hati. “Siapa yang mau nikah?” tanya Madina bingung. “Ya kamu lah. Siapa lagi?” HAHHH? Madina menoleh pada Alvi yang memainkan alisnya seraya menyeringai jahil. Maksudnya apa? “Siapa bilang?” “Nak Alvi sendiri yang bilang.” “Jadi beneran ini calon suami kamu, Mbak?” Ibu ikut-ikutan bertanya sambil membawa nampan berisi air minum untuk Alvi. Madina semakin kesal dan bingung sekaligus. Apa yang sudah Alvi bicarakan dengan Ayahnya tadi sampai menuai kesalahpahaman seperti ini? “Tahun ini kamu giliran ngundang, Mbak. Kamu bakalan nikah,” ucap Ibu senang sembari memeluk lengan Ayah dengan manja. Argggghhhhhh!!! Madina berteriak dalam hati, hatinya bergemuruh karena ulah si badboy itu. Alvi sialaannnnnn!!!! erpen Karangan Latifah Nurul Fauziah ig Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 30 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpen Berjodoh Dengan Musuh merupakan cerita pendek karangan Latifah Nurul Fauziah, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Antara Cinta Dan Luka Oleh Hernita Sari Pratiwi The day i first met you, You told me, you’d never fall in love, *Demi Lovato – Give Your Heart a Break Langit sore hari ini tampak mendung. Tak Romantisnya Kelakuan Remaja Oleh Toni Gunawan Hari itu cuaca yang sangat panas, di keramaian membuat penglihatan tampak kacau, di pinggir lapangan bola tenis, duduk termenung gadis cantik sebut saja meysa. Saking melamunnya, sampai melewati nonton Sayonara My Lovely Part 1 Oleh Aditya Yoga Liburan akhir semester genap hampir saja selesai, tak terasa aku akan menginjakkan kaki di sekolah baru, aku baru saja lulus madrasah dengan nilai akhir yang lumayan, dan siap untuk Kepergianmu Oleh Meilan Purnama Sari Pagi itu seperti biasa, aku kesiangan lagi berangkat ke sekolah. Oh iya, sebelumnya kenalin dulu nama Aku Mela panggil aja mel. Aku dilahirkan di keluarga yang sederhana, dan sekarang Karena Ibu Adalah Segalanya Part 1 Oleh Sri Mularsih Aku seorang pekerja keras, seorang lelaki yang hanya hidup bersama ibuku. Ayahku telah lama meninggal akibat sakit yang diderita. Mungkin ini sudah takdirnya, Aku yang masih duduk di kelas “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Pagi yang cerah. Dimana terwalak pelir-titit yang berkicau dengan merdunya. Ku tercacak dari tidur lelapku semalam dan bersiram buat bersiap-siap start ke sekolah. Sehabis mandi dan memakai kostum SMA-ku, aku langsung menuruni jenjang rumahku bikin makan pagi pagi bersama kedua orangtuaku di kenap bersantap. “Good morning ma, pa” sapaku kepada kedua orangtuaku. “Good morning comar” jawab Mama dan Papaku langsung. Sehabis menyantap sarapan yang sudah Mamaku siapkan, aku refleks berpamitan untuk berangkat sekolah kepada kedua orangtuaku dan setelah itu naik otomobil pribadi yang dikendarai supir pribadiku. Sesampainya di sekolah aku langsung menemui kedua sahabatku yang kebetulan sudah lalu datang duluan. Mereka bernama Jessica dan Ferna. Mereka adalah sahabatku semenjak SD sampai sekarang. Mereka adalah sahabat terbaikku. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Hawa cak bimbingan fisika yang bernama Bu Endang kembali masuk ke ira kelasku dengan seorang laki-suami nan mungkin lampau luar untuk kami. “Anak-anak, kita kedatangan peserta plonco. Saat ini perkenalkan dirimu nak” ucap Bu Endang. “Hai, perkenalkan nama saya Aldi Febriansyah. Kalian bisa panggil saya Aldi. Saya gusuran dari Bandung. Terima anugerah.” “Silahkan kamu duduk di belakang ya. Dan sekarang kalian buka sendi cangkang fisika hal 95″ sebut Bu Endang. Saat istirahat, sama dengan biasa aku ke kantin bersama kedua sahabatku. Tapi detik aku sedang jalan, tiba-start seorang lanang menabrakku dan seketika aku hampir jatuh tapi dengan sigap adam itu menangkapku. Seketika aku dan laki-suami itu saling bertatapan hingga akhirnya disadarkan oleh Jessica. Laki-laki itu menunangi pembebasan kepadaku karena sudah menabrakku dan aku pun memaafkannya. Aku yunior sadar sekiranya adam itu adalah momongan baru di kelasku yang bernama Aldi. Aku dan Aldi pun ganti berkenalan setakat akhirnya bel masuk berbunyi. Pulang sekolah, seperti sah aku menunggu jemputan supirku tapi tiba-menginjak supirku menelpon dan memberitahu kalau hari ini tidak bisa menjemputku dan terpaksa aku harus naik taksi. Saat aku sedang menunggu taksi, tiba-tiba ada seorang suami-suami yang memanggilku dan ternyata ia adalah Aldi. “Hei, lagi ngapain?” tanya Aldi kepadaku. “Lagi nunggu taksi” jawabku. “Di sini selit belit loh ada taksi. Gimana kalau kita pulang bareng jalan kaki? soalnya gue juga lagi gak dijemput” ucap Aldi kepadaku. “Hmm..Ya udah deh, yuk!” ucapku pada Aldi. Di penjelajahan, aku dan Aldi bercengkerama dan ganti tukar nomor telepon dan pin bb dan hingga akhirnya aku setakat di rumahku. “gue duluan yaa.. Byee, hati-hati di jalan ya” ucapku pada Aldi. “Iya.. Bye” ujar Aldi dan sekaligus meninggalkan meninggalkanku. Aku lagi langsung memasuki kamarku dan menjatuhkan badanku ke kasur. “Hmm.. Cape juga ya. Tapi seneng juga sih bisa pulang menyinkronkan Aldi” ucapku sinkron senyum-senyum. Menginjak-mulai HP ku berbunyi tera terserah nan menelpon. Aku melihat nama penelpon dan ternyata yakni Aldi. Aku pun langsung mengangkat teleponnya. “Hallo” ucapku memulai pembicaraan. “Iya hallo, ini Vania kan?” tanya Aldi. “Iya, ini Aldi kan?” jawabku. “Iya. Lo lagi apa?” cak bertanya Aldi kepadaku. “Laki istirahat di kamar” jawabku. “Tadi cape ya?” cak bertanya Aldi pula. “Nggak juga mengapa” jawabku. “Hmm.. Ya udah gue tutup dulu ya teleponnya, bye” ucap Aldi sederum mengakhiri pembicaraan. “Byee” ucapku singkat. Bermula itu aku jadi deket banget sama Aldi setakat kita berdua menjadi sahabat. Dan nyuruk aku memendam perasaan majuh untuk Aldi. Dan sekarang yakni hari dimana 3 rembulan aku bersahabat dengannya, dan Aldi pun smsku, isi smsnya, “Hai Vania, sekarang morong 3 bulannya kita sahabatan. Gue ingin ngomongin sesuatu nih ke lo. Gue tunggu di taman jam 3 sore ya” dan aku menandingi. “Oke siipp.” Sepan pukul 3 tunggang aku sudah subur di yojana bersama Aldi. Aku dan Aldi duduk berdua di amben taman. Dan Aldi pun membuka pembicaraan. “Van, suka-suka nan pengen gue omongin, tapi lo jangan berang ya?” tutur Aldi kepadaku dan seketika itu pun jantungku berdegup suntuk kencang. “Iya, lo mau ngomong apa?” tanyaku pada Aldi. “Van, sesungguhnya terbit pertama kita ketemu, gue sudah berangkat gegares sama lo, tapi gue masih malu jadi sepanjang itu gue hanya bisa berteman selevel lo. Tapi perian ini, waktu dimana kita sudah lalu berkawan 3 bulan lamanya, gue pengen nyatain kalau sebenarnya gue sayang dan besar perut banget sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?” ucap Aldi yang serempak membuatku kaget. “Belas kasihan Al, gue gak boleh” ucapku pada Aldi. “Hmm.. Ya udah gak apa-apa kok” ucap Aldi kecewa. “Iih dengerin dulu. Maksudnya maaf gue gak bisa nolak lo. Artinya gue mau bintang sartan inai lo” ucapku sambil mesem. “Lo mendalam?” tanya Aldi. “Duarius dah” jawabku. “Yeee.. Makasih ya Van udah ingin nerima gue” sebut Aldi sambil tersenyum. “Iya sejajar-sama” ucapku dengan membalas senyumannya. Berusul itu, aku dan Aldi normal pacaran dan kita berdua pula menjalani hubungan ini dengan harmonis menjejak tangga ijab nikah. Cerpen Gubahan Miftahul Jannah Facebook Miftahul Jannah Nama Miftahul Jannah Nyawa 13 Tahun Kelas VII Sekolah SMPN 35 Jakarta Email miftahuljannah458[-at] Twitter Miftahul2904 MiftahulJannah967
Cerpen Karangan JannisaKategori Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih Lolos moderasi pada 11 August 2014 Hari itu aku bersiap-siap untuk masuk sekolah baru. Aku cepet cepet mandi dan langsung ke bawah. “hai sayang tumben cepet cepet” tanya mama. “nggak ma, cuma mau melihat sekolah baru.. Hehehe” balasku. “oh” ucap mama pendek. Aku pun langsung ambil makanan sesuai seleraku. Disitu ada ayam kecap, ikan lele, telor dadar dan roti bakar. Aku pun langsung makan dengan lahap. Selesai makan aku langsung ke depan untuk naik mobilku yaitu inova tersayang. “good morning pa” ujarku sambil menaikki mobil. “good morning nak” jawab papaku. Papaku langsung ngebut pergi ke sekolah baruku. Sesampai di depan gerbang sekolah baruku. “semoga enak yah sekolah disini” ujar papa. “oke, dadah pa…” balasku sambil turun dari mobil. Sesampai di halaman sekolah aku berlari sambil berkata dalam hati “kelas 5 a” batinku. Tiba tiba aku tertabrak oleh seseorang. “maaf” kataku. Orang itu hanya berdiam diri. “nama kamu siapa?” tanyaku sopan. “fadhiyani azhar” jawabnya cepat. “kamu kelas berapa” tanyaku lagi. “5 a” jawabnya. “oh, bisakah kamu antarkan aku ke kelas itu aku anak baru, perkenalkan namaku nisa, panggil saja putry” ujarku sopan. “bisa kok ayo ikut aku” jawabnya, sekarang dia tidak gugup lagi. “terima kasih” balasku sambil tersenyum. Hari hariku di sekolah itu sangat berwarna bermain dengannya, tetapi suatu hari “hai, fadhiya duduk sama aku yuk” tanyaku. Dia diam tanpa menoleh dan matanya diputar ke atas terlihat lagi marah. “kamu kenapa sih marah yah sama aku kalau aku salah maaf deh” ujarku sambil menarik tangannya. “apaan sih udahlah sana” jawabnya kasar tanpa menoleh dan mengelak. Aku pun bertanya kepada lily teman baikku. “lily fadhiya kenapa sih?” tanyaku pada lily. “dia itu dibohongin sama icha. Icha itu engejek kamu dan bilang sama fadhiya kalau kamu gak suka sama fadhiya” jawab lily sambil berbisik. “oh, jadi gara gara icha yah” ujarku. Aku pun bergegas ke tempat fadhiya dan berkata “fadhiya icha itu dalangnya dia udah bohongin kamu” ujarku sambil menunjuk ke arah icha. Fadhiya langsung menjawab “peduli amat yang salah itu kamu tahu” balasnya sambil berdiri dan mengajak icha keluar. Selesai itu aku langsung berlari ke arah bangkuku dan menangis. Teeet… Bel pulang sekolah berbunyi aku langsung bergegas ke kamar mandi dan mencuci muka. Selesai itu aku keluar dan tiba tiba icha menyergahku. “eh, kamu itu sok banget sih, mentang mentang anak baru terus anak orang kaya bisa seenak kamu bersahabat sama siapa saja, asal kamu tahu fadhiya itu sahabat aku dari dulu. Waktu itu aku dan dia marahan dan akhirnya aku tidak bersahabat dengan dia. Setelah kelas 4 sd aku sadar aku salah dan kelas lima aku minta bersahabat dengannya lagi, tapi dia malah bilang sudah punya sahabat yaitu kamu.. Aku benci dan langsung menghina kamu” jelasnya. “oh, jadi begitu gak papa deh kamu bersahabat sama dia bilang sama dia aku ikhlas kehilangan dia kok” jawabku sambil menitik-kan air mata. Semenjak itu icha dan fadhiya bersahabat lagi. Ternyata aku sadar ternyata aku telah membuat salah dan menyalahkan orang. Cerpen Karangan Jannisa Cerpen Sahabat Jadi Musuh merupakan cerita pendek karangan Jannisa, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Bagaikan Pelangi Oleh Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah Tulisan Lovely Camp’ seakan menyambut kedatanganku pagi ini. Aku mengikuti ini karena bosan di rumah. Aku akan camping di sini selama 1 minggu. Kau tahu? Ayah dan Ibuku bekerja Dibalik Sapu Tangan Biru Oleh Astuti Wally Bulan Juli tahun 2011 Asty berangkat ke Yogyakarta guna untuk melanjutkan kuliah S1. Tiba disana dia disambut hangat oleh sahabatnya Yuni yang juga kuliah s1. Walau berasal dari kota Kenangan Yang Mengganggu Oleh Dinda Regitta Cahyani Utami Embun pagi semerbak, bunga-bunga bermekaran. Suasana begitu indah menawan, tapi ada saja yang merasa sakit. Hidup memang tak semulus yang selalu diinginkan seseorang. Ada saja yang membuat rasa sakit. Dejavu Oleh M Sony Dwi Putra Sungguh. Mungkin aku adalah satu-satunya anak di negara bagian ini yang membenci hujan. Aroma rumput yang diterpa hujan seolah menjadi latar belakang kenanganku yang kini tervisualisasi dalam butir hujan. The Old Man Oleh Sylvester Leon Davin Kulihat dia sedang duduk di bangku taman itu lagi hari ini. 3… 4? Ya, sudah 4 hari berturut-turut aku melihatnya. Pria tua yang sudah berambut putih itu. Sedang apa “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
cerpen musuh bebuyutan jadi cinta